PELATIHAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU-GURU SD

Penulis

  • I Nyoman Laba Jayanta Universitas Pendidikan Ganesha http://orcid.org/0000-0001-7499-1909
  • Ni Wayan Rati Universitas Pendidikan Ganesha
  • Komang Sujendra Diputra Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Made Citra Wibawa Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.23887/jwl.v6i1.9957

Abstrak

Peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab yang diemban oleh seorang guru. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah dengan meningkatkan mutu proses belajar mengajar di kelas, dimana upaya tersebut dapat dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Melalui PTK guru dapat terus menerus meningkatkan dan memperbaiki mutu proses belajar mengajar di kelas. Untuk mendukung upaya tersebut, maka dilaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (P2M). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam menyusun dan melaksanakan PTK. Kegiatan P2M ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 6 Marga yang mana peserta berasal dari guru Sekolah Dasar yang ada di Gugus III Kecamatan Marga Tabanan. P2M ini dilaksanakan melalui tiga tahap kegiatan dimana kegiatan pertama diawali dengan seminar tentang konsep dasar PTK, kegiatan kedua dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan draf penyusunan PTK, dan kegiatan ketiga yaitu mendampingan penyusunan draft proposal PTK. Kegiatan P2M ini telah berjalan sesuai dengan rencana dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman guru-guru yang ada di Gugus III Kecamatan Marga tentang penyusunan proposal PTK. Selain hal tersebut, kegiatan ini dapat menambah wawasan guru tentang pokok-pokok pikiran yang harus dibuat dalam latar belakang penelitian PTK, walaupun beberapa pokok-pokok pikiran belum dikembangkan menjadi paragraf secara rinci.

Biografi Penulis

I Nyoman Laba Jayanta, Universitas Pendidikan Ganesha

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Ni Wayan Rati, Universitas Pendidikan Ganesha

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Referensi

Nur, Muhammad. 2005. Guru yang Berhasil dan Model Pengajaran Langsung. Surabaya. LPMP Jawa Timur, Dirjen Mandikdasmen, Depdiknas.

Slavin, R.E. 1995. Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Massacussett: Allyn and Bacon.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2005 tentang Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/Pb/2010 Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Kemmis, S. and McTaggart, R.1988. The Action Researh Reader.Victoria, Deakin University Press.

Kunandar. (2008). Langkah Mudan Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. 1996. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Widya-iswara. Jakarta: Depdikbud, Dikdasmen.

Suhardjono. 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah pada “Diklat Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsional Guru”, Direktorat Tenaga Kependidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas.

Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, Makalah pada “Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di Makasar”, Jakarta, 2005

Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bina Aksara.

Supardi. (2005). Penyusunan Usulan, dan Laporan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas, Makalah disampaikan pada “Diklat Pengembangan Profesi Widyaiswara”, Ditektorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Diterbitkan

2017-04-26

Terbitan

Bagian

Articles