Pengembangan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Suku Sasak Sebagai Suplemen Materi Ajar Pada Mata Pelajaran IPS SMP Negeri 4 Jerowaru Kabupaten Lombok Timur

Main Article Content

Yunan Heri
I Putu Sriartha
I Nengah Suastika

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Jerowaru dan bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat suku Sasak yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen materi ajar IPS. (2) mengetahui keterkaitan nilai kearifan lokal masyarakat suku Sasak dengan tujuan dan ruang lingkup materi IPS. (3) nilai-nilai sosial dan budaya yang terdapat dalam kearifan lokal masyarakat suku Sasak dikembangkan sebagai suplemen bahan ajar dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dan menggunakan teknik analisis interaktif untuk rumusan masalah pertama dan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif untuk rumusan masalah kedua, serta menggunakan teknik gregory dan konversi tingkat pencapaian dengan skala 5 untuk rumusan masalah ketiga, yaitu define, design dan develop. Subjek dalam penelitian ini adalah informan inti dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) wujud dari nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalam kearifan lokal suku Sasak yaitu besiru, begawe, besentulak, gendang beleq dan presean; (2) keterkaitan nilai kearifan lokal terhadap materi IPS SMP, seperti kearifan lokal besiru berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial; begawe berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial dan pranata sosial; besentulak berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial dan pranata sosial; (3) pengembangan uji kelayakan suplemen materi ajar IPS menujukan hasil 86,82 % katagori baik sedikit revisi, dan uji kepraktisan bahan ajar oleh siswa di kelas VIII 1 dengan hasil 88,32 % katagori baik sedikit revisi, serta sampai pada bentuk akhir produk bahan ajar IPS tersebut jadi.

Article Details

Section
Articles

References

Abdullah, M. (2020). Manajemen Pendidikan Kontemporer (Kontruksi Pendekatan Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal). Bandung: Penerbit Cendekia Press.

Adipta, M. (2018). Rekonstruksi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Suku Sasak Sebagai Suplemen Materi Ajar Pendidikan IPS Pada SMP Negeri 3 Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya, 1(2).

Herliani, Isty Bunga. (2020). Pengembangan Suplemen Materi IPS Dengan Pemanfaatan Potensi Budaya Masyarakat Berlandaskan Tri Hita Karana. Jurnal Pendidikan IPS Indonesia, 4(2).

Lasmawan, W. (2010). Menelisik Pendidikan IPS dalam Perspektif Kontekstual-Empiris. Singaraja: Mediakom Indonesia Press Bali.

Mannan, M. N. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Mengembangkan Karakter Positif Siswa SD. Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika, 2(2).

Nurhajati, D. (2015). Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Bahasa Inggris untuk Siswa SMP. Nusantara of Research Universitas Nusantara PGRI Kediri, 2(2).

Rachmah, I. (2014). Metode Penelitian Studi Media dan Kajian Budaya. Bandung: Penerbit Kencana.

Ramastuti, N. W. (2018). Pengembangan Bahan Ajar IPS Berbentuk Handout Bermuatan Kearifan Lokal Bali Untuk Meningkatkan Nilai Peduli Sosial Dan Etika Lingkungan. Jurnal PIPS, (2)1.

Sapriya. (2009). Pendidikan IPS Konsep dan Pembelajaran. Bandung: PT Rosdakarya.

Suarantb. (2017). Kalahkan Jepang, Lombok Harus Pertahankan Kearifan Lokal. Terdapat pada: https://www.suarantb.com/kalahkan.jepang.lombok.harus.pertahankan.keakeari.lokal/. Diakses pada: 6 Januari 2021.

Sriyanti, N. N. M., & Sriartha, I. P. (2019). Pengembangan Sumber Belajar IPS Berbasis Kearifan Lokal Sistem Subak Dalam Membangun Nilai Karakter Siswa. Jurnal PIPS, 3(2)

Solihatin, E., & Raharjo. (2012). Cooperative Learning: Analisis Model Pembelajaran IPS. Edisi 1, Cetakan Ke-6. Jakarta: Bumi Aksara.

Somantri, M. N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: Rosdakarya.

Susanto, A. (2014). Pengembangan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenamedia Group.

Suparmini. (2013). Pelestarian Lingkungan Masyarakat Baduy Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1), 8-22.

Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Prenada Media.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi dan Tujuan Pendidikan IPS.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk mata pelajaran IPS tingkat SMP.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Widja, I G. (2009). Pendidikan Sejarah dan Tantangan Masa Depan, Orasi Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Ilmu Pendidikan Sejarah pada FKIP UNUD. Singaraja: FKIP UNUD.