Evaluasi Teaching Factory Model CIPP

Authors

  • Monica Pratiwi Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia
  • Ridwan Ridwan Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia
  • Waskito Waskito Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23887/jipp.v3i3.22205

Abstract

ABSTRAK

 

Penelitian ini meneliti tentang Pelaksanaan Teaching Factory. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Teaching Factory dengan aspek: (l) context, (2) input, (3) process (4) product, sebab model CIPP dinilai sebagai model yang tepat dan komprehensif untuk mengevaluasi program. Penelitian evaluasi ini menggunakan model CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam (2003). Metode yang digunakan adalah metode kombinasi (Mixed Method). Pengambilan sampel digunakan teknik Total Sampling. Prosedur penelititan yang dilakukan yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada 15 fasilitator, sedangkan data kualitatif melalui wawancara dengan informannya adalah fasilitator. Data kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan data kualitatif dianalisis yaitu pengumpulan data, reduksi data, mendisplai data, dan menarik kesimpulan. Penggabungan data kuantitatif dan kualitatif berfungsi untuk memperkuat, membuktikan, memperluas, dan memperdalam data kuantitatif yang telah dilakukan pada tahap pertama. Hasil penelitian evaluasi menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan Teaching Factory dari aspek konteks dengan responden fasilitator sebesar 80,6% masuk kategori sangat baik dan dari aspek siswa sebesar 80% masuk kategori sangat baik; (2) pelaksanaan Teaching Factory dari aspek input dengan responden fasilitator sebesar 80,8% masuk kategori sangat baik dan dari aspek siswa sebesar 75,6% masuk kategori baik; (3) pelaksanaan Teaching Factory dari aspek proses dengan responden fasilitator sebesar 80,4% masuk kategori baik dan dari aspek siswa sebesar 72,9% masuk kategori baik; (4) pelaksanaan Teaching Factory dari aspek produk dengan responden fasilitator sebesar 80% masuk kategori baik dan dari aspek siswa sebesar 76,1% masuk kategori baik.

 

Kata kunci: Evaluasi; Teaching Factory; Model Evaluasi CIPP.

References

Farsi, M. (2014). Stufflebeam’s CIPP model & program theory: a systematic review. International Journal of Language Learning and Applied Linguistics World.

Moerwismadhi. (2009). Teaching”factory suatu pendekatan dalam pendidikan vokasi yang memberikan pengalaman ke arah”pengembangan technopreneurship. Makalah: disampaikan pada seminar nasional technopreneurship learning for teaching factory tanggal 15 Agustus 2009 di Malang Jawa Timur.

PSMK, D. (2016). Grand”Design Pengembangan Factory dan Technopark”di SMK. Jakarta:”Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah”Kejuruan.

Sudiyanto, G.S., Yoga, S., Ibnu. (2011). Teaching Factory di SMK ST. Mikael Surakarta. Fakultas Teknik Universitas Negeri Jogyakarta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.

Suharsimi. (2014). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Sukardi. (2008). Evaluasi Pendiidkan Prinsip & Operasionalnya. Jakarta Timur: Bumi Aksara.

Tayibnapis, Farida Yusuf. (2008). Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Wakhinuddin. (2009). Evaluasi Program. Padang: UNP Press.

Widoyoko, S. Eko Putro. (2014). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar..

Downloads

How to Cite

Pratiwi, M., Ridwan, R., & Waskito, W. (2019). Evaluasi Teaching Factory Model CIPP. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(3), 414–421. https://doi.org/10.23887/jipp.v3i3.22205