Identifikasi Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) di Kelurahan Gilimanuk, Melaya, Bali sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan Jurusan Bahasa di SMA

Authors

  • I Putu Anggita Suprarendra .
  • Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .
  • Dra. Tuty Maryati,M.Pd .

DOI:

https://doi.org/10.23887/jjps.v5i2.4867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah keberadaan Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), (2) Struktur bangunan Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), dan (3) Aspek-aspek dari Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah Kebudayaan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tahap-tahap penelitian yang dilakukan yaitu (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan Data melalui Observasi, Wawancara, dan Studi Dokumen, dan (4) Teknik Analisis Data. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Sejarah keberadaan Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) yang dilatarbelakangi oleh temuan batu nisan kembar oleh seorang Kawi Tuo bernama Bapak Mat Yasin, dari Melaya ketika kudanya yang lepas ditemukan sedang mencakar-cakarkan kakinya di batu nisan tersebut, dan didirikan gubug di Pesarean tersebut akibat banyaknya pengunjung ke sana yang sampai kini terus ditata. (2) Struktur pembangunan Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) menggunakan konsep Dwi Loka yang terdiri atas Bagian Luar (Jabanan) meliputi Tiga buah gubug peristirahatan dan Situs kuda milik Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), dan Bagian Dalam (Jeroan) terdapat Makam (Pesarean) Embah Temon. Dan (3) Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) dua aspek yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah kebudayaan yaitu: Aspek Fisik meliputi Gapura Candi Pemedal Pesarean Embah Temon, Togog Candi Gapura Pesarean Embah Temon, Kaligrafi Ong-Kara dan Kaligrafi Arab di Pesarean Embah Temon, Bentuk Punden Berundak Pelinggih Penunggu Pesarean Embah Temon, dan Aspek Non Fisik meliputi Sejarah Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), dan Pendidikan Karakter.
Kata Kunci : Pesarean, Sumber Belajar, Sejarah Kebudayaan

This study aims to determine (1) the History of existence Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), (2) Structure of Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), and (3) Aspects of Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) which can be used as a learning resource of Cultural History in High School (SMA). This study is a qualitative research wich is conducted of some stages of research, namely (1) Determining the Research Location, (2) Technique of Informant Selecting, (3) Data Collection Method through Observation, Interviews, and Study Documents, and (4) Data Analysis Techniques. The results showed: (1) The historical existence of Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) was motivated by the findings of tombstones twins by a Kawi Tuo person named Mr. Mat Yasin, from Melaya, when he found that his loose horse is kicking off its feet on the gravestone, and the hut in the Pesarean was established due to the number of visitors which is until now continuous to organized. (2) The construction structure of Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) using the Dwi Loka concept consisting of Exterior (Jabanan) includes Three huts resting and Site horses owned by Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), and Interior (Jeroan) include the Tomb (Pesarean) of Embah Temon. And (3) Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) are two aspects that can be used as a source of learning the Cultural History, namely: Physical Aspects include Gapura Candi Pemedal Pesarean Embah Temon, Togog Candi Gapura Pesarean Embah Temon, Calligraphy Ong-Kara and Arabic Calligraphy in Pesarean Embah Temon, the Form of Punden Berundak Pelinggih Penunggu Pesarean Embah Temon and Non-Physical Aspects include History of Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), and Education Character.
keyword : Pesarean, Learning Resources, Cultural History

Published

2017-08-12

How to Cite

., I. P. A. S., ., D. I. G. M. A., & ., D. T. M. (2017). Identifikasi Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) di Kelurahan Gilimanuk, Melaya, Bali sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan Jurusan Bahasa di SMA. Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah, 5(2). https://doi.org/10.23887/jjps.v5i2.4867

Issue

Section

Articles