Identifikasi Tradisi Megibung Sebagai Wisata Budaya Di Desa Nongan Kabupaten Karangasem

Authors

  • Ni Made Novia Kritina Dewi Universitas Pendidikan Ganesha
  • Luh Masdarini Universitas Pendidikan Ganesha
  • Cokorda Istri Raka Marsiti Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.23887/jk.v1i1.32836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan pelaksanaan tradisi megibung mulai dari tahap persiapan, tahap pengolahan, tahap penyajian dan penyelesaian megibung di Desa Nongan Kabupaten Karangasem, (2) mendeskripsikan etika makan dalam tradisi megibung di Desa Nongan Kabupaten Karangasem. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi dan wawancara dengan instrumen penelitian yaitu lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Pelaksanaan tradisi megibung di Desa Nongan pada tahap persiapan terdiri dari persiapan untuk megibung dan persiapan untuk hidangan megibung yang dilakukan oleh penyelenggara acara beserta kerabatnya dengan dipimpin oleh juru patus. Pada tahap pengolahan, olahan megibung yang dibuat meliputi nasi putih, olahan lawar yaitu lawar penyon, lawar barak, lawar belimbing, dan lawar padumara, olahan sate yang meliputi sate panggul, sate lembat, sate kasem, sate banteng/bantengan, dan sate urutan, serta ares dan balung. Pada tahap penyajian, hidangan megibung terdiri dari gibungan yang diletakkan ditengah dan karangan (lauk pauk) yang diletakkan di sisi kanan dan kiri gibungan dan penyelesaian megibung diakhiri dengan pembersihan area megibung oleh penyelenggara acara dan memberikan walesan sok (paice) kepada tamu undangan. (2) Etika makan dalam tradisi megibung di Desa Nongan terdiri dari aturan umum yang ditunjukkan untuk seluruh peserta megibung dan aturan khusus yang ditunjukkan untuk masing-masing individu peserta megibung yang semua aturan tersebut harus dapat disepakati, ditaati, dan dilaksanakan oleh seluruh peserta megibung karena mengandung nilai agama, nilai moral, dan nilai budaya yang tinggi.

 

Kata Kunci : identifikasi, tradisi megibung, etika makan

 

The aims of this reseach are: (1) describe the implementation megibung  tradition begin from preperation step, procesing , serving , and settlement of megibung in Nongan village, Karangasem regency. (2). Describe eating ethical at megibung tradition in Nongan village, Karangasem regency. The type of this research is descriptive qualitative. Data collection technique in this research using observation and interview with obeservation sheet dan interview guidelines as research instrument. The result of this research showed : (1). Implementation megibung tradition in Nongan Village at preperation step consist of preperation for megibung and preperation for the megibung meal that done by the host with their entire family led by juru patus. At procesing step, megibung meal are made consist from kinds of lawar that is lawar penyon, lawar barak, lawar blimbing, and lawar padumara. Kinds of sate that is sate panggul, sate lembat, sate asem, sate banteng/bantengan, dan sate urutan, also with ares and balung.  In meal serving step megibung  consist of gibungan that placed in center and karangan (side dishes) that palced in left and right side of gibungan. And the end of megibung is ended by cleaning the the megibung area by the host and giving walesan sok (paice) to those invited guest. (2). Eating ethical in megibung tradition at Nongan village consist of a general rule which is aimed to all megibung participants and distinctive rule that aimed to each person of megibung participants, where all that rules must be agreed, adhered to and implemented by all megibung participants because consist of high value from relegion, moral dan culture.

 

Keys Words : identification, tradition, megibung, eatring ethical

 

Author Biography

Ni Made Novia Kritina Dewi, Universitas Pendidikan Ganesha

Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Konsentrasi Tata Boga

References

Ariani, Risa Panti. 2017. Mengenal Kuliner Bali. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem. 2019. Pedoman Ekonomi Kreatif Megibung Kuliner Khas Karangasem. Karangasem : Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem.

Lodera, I Wayan. 2019. “Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat (Tri Kaya Parisudha dalam Segala Aspek Kehidupan”. Tersedia pada http://phdi.or.id (diakses tanggal 02 Maret 2020).

Pemerintah Desa Nongan. 2015. Buku Profil Desa Nongan. Desember: Pemerintah Desa Nongan.

Permana, I Nyoman Bayu. 2013. “Megibung dalam Pemertahanan Tradisi Adat dan Budaya di Desa Adat Kemoning Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung dilihat dari Dimensi Nilai Moral Pancasila”.

Setyabudi, Ismanto dan Daryanto. 2015. Panduan Praktis Penelitian Ilmiah. Cetakan I. Yogyakarta : Penerbit Gava Media.

Sukerti, Ni Wayan, dkk. 2017. “Pengembangan Tradisi Megibung Sebagai Upaya Pelestarian Seni Kuliner Bali”. Seminar Nasional Riset Inovatif, Volume 7 (hal 613-619).

Wiratnaya, I Nyoman. 2010. “Potensi Tradisi Megibung di Kabupaten Karangasem, Bali sebagai Daya Tarik Wisata Budaya”. Kepariwisataan, Volume 9, Nomor 1 (hlm. 42-50).

Downloads

Published

2021-03-17

Issue

Section

Articles