Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri dengan Teknik Scaffolding Terhadap Kemampuan Literasi Sains dan Prestasi Belajar IPA

Authors

  • Ni Ketut Erna Muliastrini Universitas Pendidikan Ganesha
  • Dantes Nyoman Universitas Pendidikan Ganesha
  • Dantes Gede Rasben Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.23887/jisd.v3i3.14116

Keywords:

model inkuiri, teknik scaffolding, kemampuan literasi sains, prestasi belajar IPA

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri dengan teknik scaffolding terhadap kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar Single Facorial Independent Group Design dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 58 siswa. Data yang dikumpulkan adalah kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kemampuan literasi sains siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model inkuiri teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F = 19,982; p < 0,05). Kedua, prestasi belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model inkuiri teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F = 13,268; p < 0,05). Ketiga, secara simultan kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model inkuiri teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.

References

Asyhari, A. (2015). Profil Peningkatan Kemampuan Literasi Sains Siswa Melalui Pembelajaran Saintifik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 04(2), 179–191.

Dantes, N. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET.

Depdiknas. (2004). Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Penilaian di Sekolah Dasar. Jakarta: Dikdasmen.

Fadilla, P. D. (2014). Pengaruh Penerapan Pendekatan Pembelajaran Scaffolding Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 15 Palembang. Jurnal Profit, 1(1).

Jansen, G. G. (2013). Improving Validity and Reliability in STAT Assessments. Under the Direction OF Jennifer J. Kaplan.

Kertiasih, L. E. (2018). Implementasi Pembelajaran Berbasis Inkuiri Wenning Berbantuan e-UKBM untuk Meningkatkan Keterampilan Ilmiah Peserta Didik. Journal of Education Action Research, 2(4), 363–369.

Koyan, I. W. (2012). Statistika Terapan ( Teknik Analisis Data Kuantitatif). Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Lukma, I. (2014). Penerapan Model Inkuiri Melalui Pemberian Bantuan (Scaffolding) untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas V SD dalam Mata Pelajaran Fisika. E-Journal Pendidikan Program Studi Pendidikan Dasar-Matematika SD, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, 7(2).

Murtiani, N. N. (2018). Meningkatkan Kemampuan Mengabstraksi Teks Prosedur Kompleks Menggunakan Model Pembelajaran Inquiry. Journal of Education Action Research, 2(4).

Situmorang, R. P. (2016). Analisis Learning Continuum Tingkat SD Sampai SMP pada Tema Sistem Pencernaan Manusia. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 6(2).

Slavin, R. . (2015). Cooperative learning: Theory, Research, and Practice. Boston: Alyn and Bacon.

Sumarti.S.,Rahayu.S., M. (2015). Pembelajaran IPA dengan Inkuiri Terbimbing Menggunakan Hypermedia dan Media Riil Ditinjau gaya Belajar dan Kemampuan Awal. Jurnal Pendidikan & Pembelajaran, 2(2), 5–52.

Supriyono, K.-H. (2012). Pengaruh Strategi Scaffolding-Kooperatif dan Pengetahuan Awal terhadap Prestasi Belajar dan Sikap pada Matakuliah Fisika Dasar. Jurnal Pendidikan Humaniora, 1(1), 70–80.

Widyatiningtyas. (2002). Pembentukan Pengetahuan Sains, Teknologi, Dan Masyarakat Dalam Pandangan Pendidikan IPA. Jurnal Pendidikan Dan Budaya, 1(2).

Downloads

Published

2019-07-10