Analisis Pengaruh Media Pendingin Terhadap Sifat Mekanik Sambungan Las TIG (Tungsten Inert Gas) Pada Baja St 42

Analysis Of The Effect Of Cooling Media On The Mechanical Properties Of TIG (Tungsten Inert Gas) Welded Joints In St 42 Steel

Penulis

  • Disya Haeriati Ariwiana Putri Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Ratna Dewi Anjani Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang, Indonesia
  • Iwan Nugraha Gusniar Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23887/jptm.v11i2.65816

Abstrak

Proses pengelasan yaitu proses penyambungan dua material atau lebih dengan karakteristik material logam induk yang sama ataupun material logam induk yang berbeda. Pada proses pengelasan terdapat banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Dalam penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media pendingin terhadap sifat mekanik sambungan las Tungsten Inert Gas pada baja St 42. Dengan menggunakan variasi media pendingin yaitu air tawar, air coolant, dan oli bekas dengan interval waktu perendaman selama 15 menit. Uji sifat mekanik yang dilakukan meliputi uji kekerasan rockwell yang menggunakan standar ASTM E18 dan uji tarik yang menggunakan standar ASTM E8 dan dilakukan pengujian struktur mikro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekerasan tertinggi ada pada media pendingin air coolant dengan nilai kekerasan pada daerah lasan sebesar 29,7 HRC. Dan untuk hasil uji tarik yang diambil dari hasil konversi nilai kekerasan dimana nilai tertinggi pada penggunaan media pendingin air coolant dengan nilai sebesar 965 N/mm2. Hasil pengujian struktur mikro dengan media pendingin air coolant yang terbentuk adalah fasa ferit, perlit, dan martensit. Pendinginan secara cepat sehingga ferit yang bertranformasi menjadi martensit. hal ini menyebabkan tingkat kekerasan pada spesimen dengan media pendingin air coolant cukup tinggi dan bersifat getas. Untuk struktur mikro pada sepesimen tanpa media pendingin, oli bekas, dan air tawar yang terbentuk adalah perlit dan ferit.

 

Kata kunci: Pengelasan, Variasi Pendingin, Baja St 42, Sifat Mekanik.

 

The welding process is the process of joining two or more materials with the same parent metal material characteristics or different parent metal materials. In the welding process there are many factors that must be considered. This study aims to determine the effect of cooling media on the mechanical properties of Tungsten Inert Gas welding joints on St 42 steel. By using a variety of cooling media, namely fresh water, coolant water, and used oil with an immersion time interval of 15 minutes. The mechanical properties tests carried out include rockwell hardness tests using ASTM E18 standards and tensile tests using ASTM E8 standards and microstructure testing. The results of this study indicate that the highest hardness value is in air coolant cooling media with a hardness value in the weld area of 29.7 HRC. And for the tensile test results taken from the conversion of hardness values where the highest value is in the use of water coolant cooling media with a value of 965 N/mm2. The results of microstructure testing with water coolant cooling media formed are ferrite, pearlite and martensite phases. Cooling quickly so that ferrite is transformed into martensite. this causes the level of hardness in specimens with water coolant cooling media is quite high and brittle. For the microstructure of the specimens without cooling media, used oil, and fresh water formed are pearlite and ferrite.

 

Keywords : Welding, Cooling Media Variation, St 42 Steel,Mechanical Properties.

Diterbitkan

2023-08-31

Terbitan

Bagian

Articles