POTENSI DAN KENDALA PENDAFTARAN INDIKASI GEOGRAFIS KOTA SEMARANG

Penulis

  • Adi Suliantoro Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang
  • Fitika Andraini Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang
  • Arikha Saputra Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya yang berjudul Indikasi Geografis, Peluang dan Tantangan. Pada penelitian lanjutan ini tim berusaha mendalami terkait Proses dan Syarat Pendaftaran Indikasi Geografis dan kemanfaatannya.  Permasalahan dari penelitian ini adalah apasajakah potensi yang dimiliki Kota Semarang terkait Indikasi Geografis, bagaimanakah syarat dan proses pendaftaran Indikasi Geografis, dan bagaimanakah kendala bagi Kota Semarang dalam melakukan pendaftaran Indikasi Geografis serta alternatif solusinya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis-Normatif. Dengan metode ini diharapkan akan ada pijakan teori yang kuat untuk menjawab permasalahan di atas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kota Semarang mempunyai beberapa potensi yang dapat dijadikan Indikasi Geografis, diantaranya adalah Lumpia, Mangut, Durian, Bandeng Presto, Mie Kopyok, Tahu Gimbal, bidang seni: Batik Semarangan.  Bahwa Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran telah diatur secara rinci sesuai Pasal 56-69 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dan Pasal 5 s/d 14 PP Nomor 51 Tahun 2007 Tentang Indikasi Geografis, serta Pasal 3 s/d 17 Permenkumham No 12 Tahun 2019 Tentang Indikasi Geografis. Kendalanya adalah masyarakat belum memahami pentingnya Indikasi Geografis, multi penafsiran pasal 56, tim yang kurang solid dan lamanya waktu pendaftaran. Solusinya adalah sosialisasi yang massif, kesiapan pemerintah daerah dan bentukan tim yang solid dan lengkap.

Diterbitkan

2023-02-01

Cara Mengutip

Adi Suliantoro, Fitika Andraini, & Arikha Saputra. (2023). POTENSI DAN KENDALA PENDAFTARAN INDIKASI GEOGRAFIS KOTA SEMARANG. Jurnal Komunikasi Hukum, 9(1), 468–480. Diambil dari https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/jkh/article/view/84855