Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Cybersex pada Mahasiswa yang Bermain Peran (Role Player) di Platform Sosial Media Twitter

Authors

  • Trissa Lonyka Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.23887/jibk.v12i3.37818

Keywords:

Kecerdasan Emosional, Perilaku Cybersex, Mahasiswa, Role Player

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku cybersex pada mahasiswa yang bermain peran (role player) di platform sosial media Twitter. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan perilaku cybersex pada mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah 216 mahasiswa berusia 18-24 tahun yang bermain peran (role player) yang dikumpulkan melalui teknik insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online melalui Google Form. Variabel kecerdasan emosional diukur dengan Assessing Emotional Scale (AES) dari Schutte, Malouff, dan Bhullar (2009) dengan koefisien alfa cronbach 0,843 dan variabel perilaku cybersex diukur dengan Internet Sex Screening Test (ISST) dari Delmonico dan Miller (2003). Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku cybersex pada mahasiswa yang bermain peran (role player) di platform sosial media Twiter dengan koefisien korelasi sebesar -0,127 dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05 (p0,05) yaitu 0,031 maka hipotesis dalam penelitian ini diterima.

References

Achsa, H., & Affandi, M. (2015). Representasi diri dan identitas virtual pelaku roleplay dalam dunia maya: Permainan peran hallyu star idol k-pop dengan media twitter. Paradigma, 3.

Ackerman, C. E. (2020). Positive emotions: A list of 26 examples + definition in psychology. Retrieved October 19, 2020, from https://positivepsychology.com/positive-emotions-list-examples-definition-psychology/

Al Cooper, Eric Griffin-Shelley, David L. Delmonico & Robin M. Mathy. (2001). Online sexual problems: Assessment and predictive variables. Sexual Addiction & Compulsivity, 8:3-4, 267-285. DOI: 10.1080/107201601753459964

Arifani, R. (2016). Hubungan kecerdasan emosional dengan cybersex (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).

Au, R. K., & Tang, V. K. (2019). The effect of sexual arousal and emotional arousal on working memory. Cogent Psychology, 6(1), 1645260.

Azwar, S. 2010. Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Bhullar, N., & Schutte, N. S. (2020). Emotional intelligence. The wiley-blackwell encyclopedia of personality and individual differences. https://www.researchgate.net/publication/322835797_Emotional_intelligence.

Cooper, A. (2009). Sexuality and the internet: Surfing into the new millennium. CyberPsychology & Behavior, I. https://doi.org/https://doi.org/10.1089/cpb.1998.1.187

Cooper, Al & Delmonico, David & Griffin-shelley, Eric & Mathy, Robin. (2004). Online sexual activity: An examination of potentially problematic behaviors. Sexual Addiction & Compulsivity. 11. 129-143. 10.1080/10720160490882642.

Crone, E., Dahl, R. Understanding adolescence as a period of social–

affective engagement and goal flexibility. Nat Rev Neurosci 13, 636–650 (2012). https://doi.org/10.1038/nrn3313

Databoks. (2020). Media sosial yang paling sering digunakan di Indonesia. Retrived 21 July 2020 from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/02/26/10-media-sosial-yang-paling-sering-digunakan-di-indonesia

Delmonico, D., & Miller, J. (2003). The internet sex screening test: A comparison of sexual compulsives versus non-sexual compulsives. Sexual and Relationship Therapy, 18(3), 261–276. https://doi.org/10.1080/1468199031000153900

Döring, N. M. (2009). The internet’s impact on sexuality: A critical review of 15 years of research. Computers in Human Behavior, 25, 1089–1101.

Döring, N.M., Daneback, K., Shaughnessy, K., Grov, C., & Byers, S. (2015). Online sexual activity experiences among college students: A four-country comparison. Archives of Sexual Behavior. First published online. DOI 10.1007/s10508-015-0656-4

Dwi, D. A., & Utari, Prahastiwi. (2015). K-pop dan new media: Status kasus produksi dan penerimaan pesan antar roleplayer dalam twitter di kalangan k-popers solo [Bachelor’s Thesis, Universitas Negri Solo]. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/197272/MTk3Mjcy.

Eleuteri, S., Tripodi, F., Petruccelli, I., Rossi, R., & Simonelli, C. (2014). Questionnaires and scales for the evaluation of the online sexual activities: A review of 20 years of research. Cyberpsychology:

Journal of Psychosocial Research on Cyberspace, 8(1).

Fatmawati, S., & Fithrah, D. S. (2017). Motif interaksi sosial role-player pada mahasiswa universitas telkom di social networking twitter [Bachelor’s thesis, Telkom University]. https://repository.telkomuniversity.ac.id/pustaka/files/137733/jurnal_eproc/motif-interaksi-sosial-role-player-pada-mahasiswa-universitas-telkom-di-social-networking-twitter.pdf.

Giordano, A. L., & Cashwell, C. S. (2017). Cybersex addiction among college students: A prevalence study. Sexual Addiction & Compulsivity, 24(1-2), 47-57. DOI:10.1080/10720162.2017.1287612

Goleman, D. (2007). Emotional intelligence: Mengapa ei lebih penting daripada iq. (Terj: Hermaya, T). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Harmaini, Harmaini & Novitriani, Sri. (2019). Perbedaan cybersex pada remaja ditinjau dari usia dan jenis kelamin di pekanbaru. Psikoislamika: jurnal psikologi dan psikologi islam. 16. 42. 10.18860/psi.v16i1.5047

Kemp, Simon. (2020). Digital 2020: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2020-indonesia.

Lisnawati. (2019). Pengaruh kontrol diri dan kecerdasan emosi terhadap kecenderungan cybersex pada pria dewasa awal. ISSN 2477-2674 (online), ISSN 2477-2666 (cetak), ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id

Manning, J. (2014.) Social media, definition and classes. Encyclopedia of social media and politics (pp. 1158-1162). Thousand Oaks, CA: Sage.

Pallant, J. (2005). SPSS survival manual: A step by step guide to data analysis using SPSS for Windows (Version 12). Sydney: National Library of Australia.

REMAJA. Sosio Informa, 17(3). doi:https://doi.org/10.33007/inf.v17i3.84

Rianto. 2015. Seksualitas Cyber: SexSebagai Kesenangan danKomoditas. Jurnal ProgramStudi Komunikasi UniversitasIslam Indonesia, Yogyakarta.Vol. 45, No. 2.

Rinaldi, M. R., Perbawani, A. B., & Budiyani, K. (2020). Kecerdasan emosi dan cybersex pada mahasiswa. In Prosiding seminar nasional milleneial 5.0 fakultas psikologi umby.

Role player. (n.d.) (2011) in American Heritage® Dictionary of the English Language, Fifth Edition. (2011). Retrieved July 14 2020 from https://www.thefreedictionary.com/role+player

Santrock, John W. (1995). Life-span development: Perkembangan masa hidup Edisi Kelima). Alih Bahasa oleh Achmad Chusairi dan Juda Damanik. Jakarta: Erlangga.

Saputro, Adi. 2015. Perilaku SeksPranikah Mahasiswa PenggunaJasa Cybersex di Kota Semarang.Undergraduate Thesis, Diponegoro University

Schutte, N. S., Malouff, J. M., & Bhullar, N. (2009). The assessing emotions scale. In assessing emotional intelligence (pp. 119-134). Springer, Boston, MA.

Schutte, N. S., Malouff, J. M., Hall, L. E., Haggerty, D. J., Cooper, J. T., Golden, C. J., & Dornheim, L. (1998). Development and validation of a measure of emotional intelligence. Personality and individual differences, 25(2), 167-177.

Serrat, O. (2017). Understanding and developing emotional intelligence. In Knowledge solutions (pp. 329-339). Springer, Singapore.

Setiawan, A. F., Coralia, F. (2018). Perilaku Cybersex: Menilik Persepsi Kontrol Perilaku terhadap Intensi. Prosiding Psikologi: SPeSIA UNISBA

Stever, G. S., & Lawson, K. (2013). Twitter as a way for celebrities to communicate with fans: Implications for the study of parasocial interaction. North American journal of psychology, 15(2).

Sugiyono. (2008). Metode penelitian pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta.

Suleiman, Ahna & Brindis, Claire. (2014). Adolescent school-based sex education: using developmental neuroscience to guide new directions for policy and practice. Sexuality research and social policy. 11. 137-152. 10.1007/s13178-014-0147-8.

Swanepoel, T. (2014). Cybersex and Addiction: A Quantitative Examination of the Use of Mxit Among Adolescents in South Africa.

Temyanno, G. (2015). Teknologi, roleplayer dan dampaknya bagi kehidupan dan psikis remaja. https://www.kompasiana.com/giotemyanno/54f91614a33311a8048b45ea/teknologi-roleplayer-dan-dampaknya-bagi-kehidupan-dan-psikis-remaja

Trisna, A. R. (2018). Pengaruh penggunaan akun roleplayer di twitter terhadap penyimpangan sosial pada kalangan siswa dan mahasiswa di kota bandung [Bachelor’s thesis, Universitas Pendidikan Indonesia]. http://repository.upi.edu/id/eprint/47905

Wery, A., & Billieux, J. (2015). Problematic cybersex jurnal: Conspeptualization assesment and treatment. Addictive Behavior. 64(3),238-246.

Varfi, N., Rothen, S., Jasiowka, K., Lepers, T., Bianchi-Demicheli, F., & Khazaal, Y. (2019). Sexual desire, mood, attachment style, impulsivity, and self-esteem as predictive factors for addictive cybersex. JMIR mental health, 6(1), e9978. https://doi.org/10.2196/mental.9978

Wardhani, D. (2012). Perkembangan dan seksualitas remaja. Sosio Informa, 17(3). doi:https://doi.org/10.33007/inf.v17i3.84

Published

2021-11-30