Hubungan antara Psychological Well Being dan Kesepian pada Lansia

Authors

  • Sarah Hapsari Universitas Kristen Satya Wacana
  • Ratriana YEK Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.23887/jibk.v12i3.38721

Keywords:

Psycological well being, Kesepian, Lansia

Abstract

This study aims to 1) explain the relationship between psychological well-being and loneliness in the elderly in the Gawe Rukun Elderly Group, 2) identify the level of loneliness in the elderly in the Gawe Rukun Elderly Group, and 3) identify psychological well-being among the elderly in the Gawe Rukun Group. Elderly Gawe Rukun. This type of research is the correlation study with a quantitative approach. The sample in this study amounted to 60 elderly who are members of the Gawe Rukun Elderly group in the village of Ringinawe, Salatiga City. The sampling technique used was the total sampling technique. Data collection techniques used the Psychological Well-Being Scale (PWBS) questionnaire formulated by Ryff (1989) and the UCLA (University of California Los Angeles) questionnaire Loneliness Scale version 3 developed by Russell (1996). The data analysis technique used is the Product Moment correlation test with the help of the IBM SPSS 25 program. The results of this study conclude 1) there is a negative correlation between psychological well-being (PWB) and loneliness in the elderly in the Gawe Rukun Elderly Group. This is known based on the correlation coefficient value of -0.175. 2) The majority of respondents as many as 32 people (53.3%) had a low level of psychological well-being. 3) The majority of respondents as many as 26 people (43.3%) have a moderate level of loneliness.

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menjelaskan hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kesepian pada lansia di Lansia Gawe Rukun, 2) mengidentifikasi tingkat kesepian pada lansia di Lansia Gawe Rukun, dan 3) mengidentifikasi kesejahteraan psikologis. berada di antara para lansia di Kelompok Gawe Rukun. Gawe Rukun Lansia. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 lansia yang tergabung dalam kelompok Lansia Gawe Rukun di Desa Ringinawe Kota Salatiga. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PWBS) yang dirumuskan oleh Ryff (1989) dan kuesioner UCLA (University of California Los Angeles) Loneliness Scale versi 3 yang dikembangkan oleh Russell (1996). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Product Moment dengan bantuan program IBM SPSS 25. Hasil penelitian ini menyimpulkan 1) terdapat hubungan negatif antara kesejahteraan psikologis (PWB) dengan kesepian pada lansia di Kelompok Lansia Gawe Rukun. Hal ini diketahui berdasarkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,175. 2) Mayoritas responden sebanyak 32 orang (53,3%) memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang rendah. 3) Mayoritas responden sebanyak 26 orang (43,3%) memiliki tingkat kesepian sedang.

References

Afrizal. (2018)., Permasalahan Yang Dialami Lansia Dalam Menyesuaikan Diri Terhadap Penguasaan Tugas-tugas Perkembangannya. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, vol. 2, no. 2,. Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Curup.

Ahmad, H., Hartati, N., & Aulia, F. (2014). Perbedaan Psychological Well Being Pada Lansia Berdasarkan Lokasi Tempat Tinggal. Jurnal RAP UNP, 5, 146- 156.

Akbar, S. (2014). Hubungan Psychological Well Being Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Kematian Pada Lansia Di Panti Werdha Budi Sejahtera. Jurnal ilmu psikologi, 1(4, Serial No. 2354).

Anderson, P. J., Jessen, R. A., Linde, D. R., Jones, R. E., Walter, B., & Christenson, P. E. (1994). U.S. Patent No. 5,279,294. Washington, DC: U.S. Patent and Trademark Office.

Astutik, D. (2019). Hubungan Kesepian dengan Psychological Well-Being pada Lansia di Kelurahan Sananwetan Kota Blitar. Skripsi. Universitas Airlangga Surabaya.

Cahyadi, D. M. (2020). Loneliness and Psychological Well-Being on International Students of the Darmasiswa Program Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Cecen, A. R., & Cenkseven, F. (2007). Psychological well-being in predicting loneliness among university students. Ç.Ü. Sosyal Bilimler Enstitüsü Dergisi. 16(2), 109-118.

Creswell, J. W. (2012). Educational Reserach: Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research (Fourth ed.). (C. Robb, Ed.) www.pearsonhighered.com.

Dani, R. A., & Aryono, M. M. (2019). Kesepian dan Kesejahteraan Psikologis pada Lansia yang Memilih Melajang. Jurnal Psikologi Proyeksi. 14(2), 162-170.

Desiningrum, D. R. (2014). Kesejahteraan Psikologis Lansia Janda Atau Duda Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Dukungan Sosial Dan Gender. Jurnal Psikologi Undip, 13, 102-106.

Firdausi, N. (2016). Pengaruh Reminiscence Theraphy Terhadap Psychological Well Being Pada Lanjut Usia (Literature Review). Jurnal AKP, 7, 57-61.

Has, I., & Astutik. (2019). Kesepian dan Kesejahteraan Psikologis Lansia yang Tinggal di Masyarakat. Indonesian Journal Of Community Health Nursing (Jurnal Keperawatan Komunitas). 8(1), 34-40.

Hutapea, B. (2011). Emotional Intelegence dan Psychological Well-being pada Manusia Lanjut Usia Anggota Organisasi berbasis Keagamaan di Jakarta. Jurnal INSAN. 13, 64-73.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nuraini., Kusuma. F. H. D., & Rahayu. W. (2018). Hubungan Interaksi Sosial Dengan Kesepian Pada Lansia Di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Nursing News, 1, 603-611.

Rudpi, L. S. (2013). Pegaruh senam lansia terhadap tingkat stress pada lansia di PSTW Budhi Dharma Bekasi. Jurnal kebidanan.

Russell, D. W. (1996). UCLA Loneliness Scale (Version 3): Reliability, validity, and faktor structure. Journal of Personality Assessment. 66(1), 20-40.

Ryff, C. D. & Keyes, Corey Lee M.. (1995). The Structure of Psychological Well- Being Revisited. Journal of Personality and Sosial Psychology. 69, 719- 727.

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of personality and sosial psychology. 57(6), 1069.

Sampao, P. (2005). Relationship of health status, family relations and loneliness to depression in older adult. Thesis. Mahidol University.

Santrock, J. W., Warshak, R. A., & Elliott, G. L. (2013). Sosial development and parent-child interaction in father-custody and stepmother families. Nontraditional families: parenting and child development/edited by Michael E. Lamb.

Septiningsih, D. S., & Na’imah. T. (2012). Kesepian Pada Lanjut Usia: Studi Tentang Bentuk, Faktor Pencetus Dan Strategi Koping. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 2, 1-9.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendahuluan. Bandung: Alfabeta.

Verawati, K. P. (2015). Kesepian pada Lansia Ditinjau dari Tempat Tinggal. Skripsi. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Vitaliati, T. (2018). Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia. Jurnal Keperawatan BSI. 6(1).

Wardiyah, M. (2018). Group Positive Psychotherapy untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Remaja. Jurnal Sains Dan Praktik Psikologi, 1(2), 139-152.

Winningham, R. G., & Pike, N. L. (2007). A cognitive intervention to enhance institutionalized older adults’ sosial support networks and decrease loneliness. Aging & mental health. 11(6), 716-721.

Published

2022-10-21