Perangkat Pembelajaran (RPS dan SAP) IPA Model (OPPEMEI) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa PGSD

I Gusti Ayu Tri Agustiana, Rudiana Agustini, Musimin Ibrahim, , I Nyoman Tika

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perangkat pembelajaran, mengembangkan perangkat pembelajaran, dari   MODEL OPPEMEI. Seluruh data diperoleh dari instrumen pengumpulan data dan dianalisis secara deskriptif tentang validitas dan reliabilitas terhadap hasil produk pengembangan RPS dan SAP yang terdiri dari 4 topik ) untuk mata kuliah konsep dasar IPA yang di nilai oleh Ahli  dalam bidang pendidikan IPA dan Dosen pengampu mata kuliah konsep dasar IPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kriteria validitas komponen-komponen RPS secara umum sangat valid. Koefisien reliabilitas percentage of agreement lebih dari 80%, (94%) sehingga tingkat konsistensi antar ahli terhadap keseluruhan aspek validitas konstruk model OPPEMEI sangat tinggi. Hasil analisis validitas RPS menunjukkan ahli sepakat bahwa RPS yang telah dikembangkan berdasarkan model OPPEMEI telah dikonstruksi secara logis dan konsisten, sehingga RPS secara substansi dinilai layak untuk mendukung implementasi model OPPEMEI. (2)  kriteria validitas komponen-komponen SAP Model OPPEMEI secara umum sangat valid. Koefisien reliabilitas untuk topik I, II, III dan IV, berturut–turut 0, 89; 93; 0,93, dan 0,89   sehingga tingkat konsistensi antar ahli terhadap keseluruhan komponen SAP-Model OPPEMEI sangat tinggi. Hal tersebut mengindikasikan ahli sepakat bahwa SAP-Model OPPEMEI yang telah dikembangkan layak sebagai pendukung implementasi model OPPEMEI.


Keywords


Perangkat pembelajaran OPPEMEI; Berfikir Kreatif

Full Text:

PDF

References


Agustiana, T. I. G. A. (2015). Model Pembelajaran OPEMES dalam meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa PGSD. Surabaya.

Amabile, T. M., & Hennessey, B. A. (1992). The motivation for creativity in children.

Arends, R. I. (2012). Learning to Teach. New York: McGraw-Hill Companies.

Caine, R. N. C., & G. (1945). Reinventing Schools Through Brain-Based Learning. Educational Leadership, 43–47.

Chin, M. K., & Siew, N. M. (2015). The development and validation of a figural scientific creativity test for preschool pupils. Creative Education, 6(1), 1391–1402.

Connell, J. D. (2009). The Global Aspects of Brain-Based Learning’. Educational Horizons, 88(1), 28–39.

Fauziah, Y. N. (2011). Analisis kemampuan guru dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa Sekolah Dasar kelas V pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Jurnal Edisi Khusus, 1(1), 98–106.

Fazilla, S. (2016). Pengembangan Kemampuan Afektif Mahasiswa PGSD Dengan Menggunakan Bahan Ajar Lembar Kerja Mahasiswa (Lkm) Dalam Pembelajaran IPA Di Universitas Almuslim. Jurnal Pendidikan Dasar (JUPENDAS), 1(2).

Graaff, E. D. E., & Kolmos, A. (2003). Characteristics of Problem-Based Learning. Int J Engng Ed, 19(5), 657–662. https://doi.org/0949-149X/91

Hasirci, D., & Demirkan, H. (2003). Creativity in Learning Environments: The Case of Two Sixth Grade Art‐Rooms. The Journal of Creative Behavior, 37(1), 17–41.

Holaday, S. D., & Buckley, K. M. (2008). Addressing challenges in nursing education through a clinical instruction model based on a hybrid, inquiry-based learning framework. Nursing Education Perspectives, 29, 353–358.

Jones, R. (2006). Problem-based learning: description, advantages, disadvantages, scenarios and facilitation. Anaesth Intensive Care, 34, 485–488.

Laksana, D. N. L. (2016). Miskonsepsi Dalam Materi IPA Sekolah Dasar. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 5(2), 166–175.

Lam, D. (2004). Problem-Based Learning: an Integration of Theory and Field. Journal of Social Work Education, 40, 371–389. https://doi.org/10.2307/23043989

Mastropieri, Margo, A., Thomas, E. S. R. ., & Carter, B. K. (2001). Correlates Of Inquiry Learning Of Science: Constructing Concepts Of Density And Buoyancy. Journal Remedial and Special Education, 22(1), 130–137.

McParland M, Noble LM, L. G. (2004). The effectiveness of problem-based learning compared with traditional teaching in undergraduate psychiatry. Med Educ, 38, 859–867.

Osgood-Campbell, E. (2015). Investigating the educational implications of embodied cognition: A model interdisciplinary inquiry in mind, brain, and education curricula. Mind, Brain, and Education, 9(1), 3–9. https://doi.org/10.1111/mbe.12063

Pamungkas, A. S. (2017). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Literasi pada Materi Bilangan bagi Mahasiswa Calon Guru SD. JPsd (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar), 3(2), 228–240.

PISA, 2013. (2012). What Student and Can Do-Student Performance in Reading, Matemathetics and Science. Retrieved July 18, 2010, from OECD website: http://dx.doi.org/10.1787/9789264201118-en

Purwandari, M. S., Suharmini, T., Si, M., & Ayriza, Y. (2013). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.

Rahayu, Y. S., Susantini, E., & Asmara, R. (2015). Biologi Berorientasi Pendekatan TASC (Thinking Actively In Social Conteks) Untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa. Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, 5(1), 885–890.

Remi, A. R. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dalam Implementasi Strategi Contextual Teaching Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ips Pokok Bahasan Perkembangan Teknologi. Jurnal Pendidikan, 1(1), 1–11. Retrieved from https://journal.unesa.ac.id/index.php/jp/article/view/362/195

Rustaman, N. Y. (2005). Perkembangan penelitian pembelajaran berbasis inkuiri dalam pendidikan sains. In Makalah dipresentasikan dalam Seminar Nasional II Himpunan Ikatan Sarjada dan Pemerhati Pendidikan IPA Idonesia Bekerjasama dengan FPMIPA. Bandung.

Samatowa, U. (2006). Hakikat Pembelajaran IPA SD. Jakarta: Indeks.

Suhandi, A., Samsudin, A., & Hermita, N. (2018). Effectiveness of the use of question-driven levels of inquiry based instruction (QD-LOIBI) assisted visual multimedia supported teaching material on enhancing scientific explanation ability senior high school students. In Journal of Physics: Conference Series, 1013(1), 12026.

Sulistyaningrum, H., Winata, A., & Cacik, S. (2019). Analisis Kemampuan Awal 21st Century Skills Mahasiswa Calon Guru SD. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 5(1), 142–158.

Talib, A., & Kailani, B. (2014). Problem Based Learning in Cooperative Situation (PBLCS) and Its Impact on Development of Personal Intelligence. International Journal of Evaluation and Research in Education, 3(4), 236–244. Retrieved from http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=eric&AN=EJ1091689&site=ehost-live

Tan, O. S. (2003). Enhancing Thinking through Problem-based Learning Approaches. Singapore: Cengage Learning.

Thompson, V. A., Turner, J. A. P., & Pennycook, G. (2011). Intuition, reason, and metacognition. Cognitive Psychology, 63(3), 107–140.

Utami, M. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT Gramedia Utama.

Veryliana, P., & Wangid, M. N. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Scientific Approach Untuk Membangun Karakter Kepedulian Dan Kedisiplinan. Jurnal Pendidikan Karakter, VI(2), 167–180. Retrieved from https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/viewFile/12047/8607

Zhang, X., Wang, D., & Wang, T. (2016). Inspiration or Preparation ? Explaining Creativity in Scientific Enterprise. 741–750. https://doi.org/10.1145/2983323.2983820




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jisd.v4i2.25190

Article Metrics

Abstract view : 1316 times
PDF file view : 524 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar


JURNAL ILMIAH SEKOLAH DASAR IS PUBLISHED BY:

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Jl. Udayana, Kampus Tengah, Singaraja-Bali
Kode Pos 81116
Telp. 0362-22928
Homepage: https://lppm.undiksha.ac.id
Email: wayan_widiana@yahoo.co.id


Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar terindeks oleh

 Akreditasi SINTA   




Creative Commons License

Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar memiliki lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.