PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERBASIS BUDAYA MASYARAKAT LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKn Siswa

Luh Leni Andriani ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd ., Luh Putu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd. .

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar PKn siswa yang diajarkan dengan model Think Pair Share (TPS) berbsasis budaya masyarakat lokal dan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran ekspositori pada siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Susut. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Susut yang berjumlah 92 orang. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Sulahan yang berjumlah 22 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 5 Sulahan sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar PKn dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil analisis data yang diperoleh, yaitu (1) hasil belajar PKn siswa kelompok eksperimen dengan M = 25,54 tergolong kriteria sangat tinggi, (2) hasil belajar PKn siswa kelompok kontrol dengan M = 22,45 tergolong kriteria tinggi, dan (3) hasil dari uji t menunjukkan bahwa thitung= 2,915 dan ttabel= 2,021 (thitung > ttabel). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasi belajar PKn antara kelompok siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran TPS dan kelompok siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran ekspositori pada siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Susut Kabupaten Bangli tahun pelajaran 2016/2017.

Kata Kunci : TPS, budaya, hasil belajar PKn

This study was aimed at determining the significant differences between the learning outcomes of the students who are taught with Think Pair Share (TPS) model based on local culture and of students taught by ekspositori learning model in grade V students in Elementary School of Gugus III in Susut District. This research is a quasi-experimental research using non-equivalent post-test only control group design. The population of this research is all students of class V in Elementary School of Gugus III in Susut District, amounting to 92 individuals. The sample of this research is students of class V SD Negeri 1 Sulahan which amounted to 22 people as experiment group and class V students of SD Negeri 5 Sulahan as control group. Civics learning outcomes are collected using multiple choice tests. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistical analysis, t-test. The result of the data analysis are (1) the result of Civics learning of experimental group with M = 25, 54 is very high criterion, (2) result of Civics learning of students from control group with M = 22, 45 belong to high criterion, and (3) Result of t test show that tcount= 2,915 and ttable = 2,021 (tcount>ttable). Thus, it can be concluded that there are significant differences between the learning of Civics between the groups of students who were taught by the model of TPS learning and group of students who were taught by the ekspositori learning model on the students of class V in Elementary School of Gugus III in Susut District of Bangli Regency year 2016/2017.
keyword : TPS, culture, civics learning outcomes

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jjpgsd.v5i2.10624

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :


Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Mimbar PGSD Undiksha is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Mimbar PGSD Undiksha indexed by:

Akreditasi SINTA 5 Mimbar PGSD    Crossref GARUDA MIMBAR PGSD Undiksha



Creative Commons License

Mimbar PGSD Undiksha is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.