RAGAM HIAS TENUN TRADISIONAL GALENDO DI KELURAHAN OI FO’O KECAMATAN RASA NA’E TIMUR KOTA BIMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Penulis

  • Jurani .
  • Putu Agus Mayuni, S.Pd, M. Si. .
  • Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .

DOI:

https://doi.org/10.23887/jjpkk.v2i1.3876

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui jenis ragam hias tenun tradisional Galendo di Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasa Na’e Timur Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (2) Mengetahui fungsi dan makna ragam hias tenun tradisional Galendo di Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasa Na’e Timur Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilakukan di Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasa Na’e Timur Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Objek penelitian adalah jenis ragam hias dan fungsi serta makna ragam hias tenun tradisional Galendo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Jenis Ragam hias pada kerajinan tenun tradisional Galendo di Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasa Na’e Timur Kota Bima adalah: 1. Jenis Ragam Hias Geometis meliputi: Gari Kota-kota, Ngusu Upa, Jompa Fare. 2. Jenis Ragam Hias Tumbuhan meliputi: Isi Mangge, Suri Kakando, Ntara. 3. Jenis Ragam Hias Binatang meliputi: Koha Kapi Keu. Fungsi dan Makna ragam hias tenun tradisional Galendo adalah: 1 Gari Kota-kota fungsi dipakai oleh perempuan pada saat haid atau nifas, dengan makna kejujuran dan ketaatan. 2 Ngusu Upa fungsi sebagai sorban yang diselempangi melingkar pada leher dengan makna kekuasaan tertinggi hanya di tangan Allah. 3 Jompa Fare fungsi sebagai sarung dengan makna surga. 4 Isi Mangge fungsi dipakai oleh lelaki pada upacara adat perkawinan dengan makna Do’a dan kebaikan. 5 Suri Kakando fungsi sebagai penutup kepala dengan makna keselamatan dan kebaikan. 6 Ntar Ntara fungsi sebagai selendang dipakai pada leher dan pinggang dengan makna sebagai lambang kedamaian. 7 Koha Kapi Keu fungsi dipakai pada upacara adat pernikahan dengan makna lambang warna merah adalah pemberani.
Kata Kunci : Fungsi, Makna dan Ragam Hias

This reasearch aims to: (1) Determine the type of Galendo traditional weaving decorative in Oi Fo’o village, Rasa District, east of Bima city. (2) Knowing the function and significance of Galendo traditional weaving decorative in Oi Fo’o village, Rasa District, east of Bima city. The research was done in Oi Fo’o village, Rasa District, east of Bima city. The results of this researh indicate that. The existing ornament on the craft of traditional weaving in Oi Fo’o village, Rasa District, east of Bima city. are: 1. Variety of Ornamental geometric, Gari Cities, Ngusu Upa, Jompa Fare. 2. Variety of Plants Ornamental, Isi Mangge, Suri Kakando, Ntara. 3. Variety of animals Ornamental, Koha Kleu Kapi. The function and significance of Galendo decorative traditional weaving are: 1. Gari kota-kota cities Ornamental function are used by women during menstruation or parturition, meaning of honesty and obedience. 2. Nungsu Upa Ornamental functions as circular turban on the neck, means that only the highest power in the hands of God. 3. Jompa Fare Ornamental functions as a glove with the meaning of heaven. 4. Isi Mangge used by men on the occasion of the traditional wedding with Benediction meaning and goodness. 5. Suri kakando functioned as ornamental and safety headgear with meaning and goodness. 6. Ntara Ornamental functioned as a scarf worn on the neck and waist with meaning as a symbol of peace. 7. Koha Kapi Keu Ornamental is used during traditional wedding with symbolism of the color red is brave.
keyword : Function, Ornamental Variety, and Ornamental Variety Meanings

Diterbitkan

2014-08-06

Terbitan

Bagian

Articles