Persepsi Pengunjung tentang Daya Tarik Wisata Bukit Tambun

Authors

  • Elwa Fanizar Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Indonesia
  • Lise Asnur Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.23887/jppsh.v6i1.38652

Keywords:

Persepsi Pengunjung, Daya Tarik Wisata, Bukit Tambun

Abstract

Akses menuju ke daya tarik wisata Bukit Tambun yang masih belum bagus dan aman untuk dilalui, masih kurang terawatnya toilet, tidak adanya tempat makan yang representatif, jarak Bank/ATM Link yang jauh dari daya tarik wisata Bukit Tambun, dan sedikitnya atraksi daya tarik wisata Bukit Tambun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik penyebaran kuesioner dengan skala likert. Populasi pada penelitian ini adalah pengunjung yang berkunjung ke daya tarik wisata Bukit Tambun. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling metode incidental sampling dengan rumus Lemeshow dengan 96 responden. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa persepsi pengunjung daya tarik wisata Bukit Tambun menunjukkan persentase cukup baik sebanyak 51,06% dengan rentang skor ≥ 80 - <100. Berdasarkan indikator atraksi dapat diketegorikan baik dengan persentase 50% yang berada pada rentang skor ≥ 20 - <24. (2) Berdasarkan aksesibilitas dapat diketegorikan buruk dengan persentase 31,25% yang berada pada rentan skor ≥ 16,05 - < 21,35. Berdasarkan indikator Amenities dapat dikategorikan cukup baik dengan persentase 40,63% yang berada pada rentan skor ≥ 32 - <40. (4) Berdasarkan indikator ancillary service dapat dikategorikan cukup baik dengan persentase 39,6% yang berada pada rentan skor ≥ 10,67 - <13,33.

Author Biography

Elwa Fanizar, Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Indonesia

Program Studi D4 Manajemen Perhotelan, Jurusan Pariwisata,
Fakultas Pariwisata dan Perhotelan

References

Antara, M., & Yogantari, M. V. (2018). Keragaman Budaya Indonesia Sumber Inovasi Industri Kreatif. Senada, 1, 292–301.

Apriyanto, A. (2019). Pengaruh Perceived Quality Website terhadap Minat Berkunjung ke Taman Wisata Matahari. Jurnal Industri Pariwisata, 1(2), 148–169. https://doi.org/10.36441/pariwisata.v1i2.24.

Baharuddin, A., Kasmita, M., & Salam, R. (2017). Analisis Kepuasan Wisatawan terhadap Daya Tarik Wisata Malioboro Kota Yogyakarta. Jurnal Ad’ministrare, 3(2), 107. https://doi.org/10.26858/ja.v3i2.2571.

Baiquni, M., Harmayani, E., & Widyaningsih, Y. A. (2018). Potensi Makanan Tradisional Kue Kolombeng sebagai Daya Tarik Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Home Economics Journal, 2(2), 40–47. https://doi.org/10.21831/hej.v2i2.23291.

Hadi, W. (2019). Menggali Potensi Kampung Wisata di Kota Yogyakarta sebagai Daya Tarik Wisatawan. Journal of Tourism and Economic, 2(2), 129–139. https://doi.org/10.36594/jtec.v2i2.39.

Handayani, S., Wahyudin, N., & Khairiyansyah, K. (2019). Fasilitas, Aksesibilitas dan Daya Tarik Wisata terhadap Kepuasan Wisatawan. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 20(2), 123–133. https://doi.org/10.30596%2Fjimb.v20i2.3228.

Hermawan, H. (2017). Pengaruh Daya Tarik Wisata, Keselamatan, dan Sarana Wisata terhadap Kepuasan serta Dampaknya terhadap Loyalitas Wisatawan: Studi Community Based Tourism di Gunung Api Purba Nglanggeran. Media Wisata, 15(1). https://doi.org/10.36276/mws.v15i1.57.

Kartika, T., & Fajri, K. (2017). Pengembangan Wisata Heritage sebagai Daya Tarik Kota Cimahi. Jurnal Manajemen Resort Dan Leisure, 14(2), 35–46. https://doi.org/10.17509/jurel.v14i2.9102

Kristiawan, A. P. (2021). Pengembangan Wisata Berbasis Cagar Budaya di Kompleks Percandian Penataran Kabupaten Blitar. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 3(2), 67–76. https://doi.org/10.37253/altasia.v2i2.4964.

Kusmalinda, K., Shazwani, A. C., & Medtry, M. (2019). Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang. Jurnal Iptek, 3(2), 220–231. https://45.76.189.231/index.php/jii/article/view/152.

Rif’an, A. A. (2018). Daya Tarik Wisata Pantai Wediombo sebagai Alternatif Wisata Bahari di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Geografi, 10(1), 63–73. https://doi.org/10.24114/jg.v10i1.7955.

Sadana, A. S. (2016). Peran Citra Visual terhadap Daya Tarik Kawasan Wisata Malioboro. Temu Ilmiah IPLBI, 2, 1–6.

Saifuddin, M. N., & Qomarun, Q. (2020). Pengaruh Kondisi Jalur Pedestrian dan Street Furniture di Jalan Malioboro terhadap Kenyamanan Ruang Publik. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 16(1), 6–11. https://doi.org/10.23917/sinektika.v16i1.10466.

Septiana, A. D. (2018). Pesona Malioboro sebagai Daya Tarik Wisata Andalan di Yogyakarta. Domestic Case Study, 1–8. https://doi.org/10.31219/osf.io/nct43.

Wiradiputra, F. A., & Brahmanto, E. (2016). Analisis Persepsi Wisatawan Mengenai Penurunan Kualitas Daya Tarik Wisata terhadap Minat Berkunjung. Jurnal Pariwisata, 3(2), 129–137. https://doi.org/10.31294/par.v3i2.1561.

Downloads

Published

2022-06-19

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>