Pendampingan Masyarakat dalam Budidaya Rumput Laut di Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep Jawa Timur

Authors

  • Nurwidodo Nurwidodo Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang
  • Abdulkadir Rahardjanto Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang
  • Husamah Husamah Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang
  • Mas'odi Mas'odi

DOI:

https://doi.org/10.23887/ijcsl.v2i3.14770

Abstract

Budidaya rumput laut di Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep sangat potensial untu dilakukan, namun pada kenyataannya para nelayan/petani masih mengalami banyak kendala, sehingga aktivitas tersebut belum memiliki kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tim telah melakukan kegiatan pengabdian di Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep, sehingga artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendampingan masyarakat dalam budidaya rumput laut di daerah tersebut. Subjek dalam pengabdian adalah 2 kelompok tani rumput laut (masing-masing terdiri atas 10 orang pembudidaya).  Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama delapan bulan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah survey, demonstrasi, dan praktek langusng, dan evaluasi. Keterlaksanaan atau keberhasilan pengabdian didasarkan pada terpenuhinya indikator-indikator proses pengabdian dan produk yang dihasilkan dalam pengabdian, Kegiatan pengabdian dievaluasi dalam hal proses dan akhir kegiatan. Kegiatan pengabdian dianggap telah berhasil bila persentase keterlibatan dan keaktifan masyarakat mencapai ≥75%, masyarakat mampu melakukan budidaya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat mitra sangat antusias terlibat, 100% terlibat dalam budidaya, da nada peningkatan produksi budidaya rumput laut. Dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat telah diimplementasikan sesuai dengan rencana.

References

Adnyani, N. K. S., Sukerti, N. W., & Wisnawa, I. G. Y. (2014). IbM Kelompok wanita nelayan Tianyar Timur. Singaraja.

Agussalim, A. (2014). Pemberdayaan, upaya meretas kemiskinan masyarakat nelayan. Ambon: BPPP Ambon.

Agustin, T. I., Sulestiani, A., & Widihartanti, T. (2015). Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pendampingan produksi menuju standarisasi produk di Kelurahan Kedung Cowek-Kenjeran, Surabaya-Jawa Timur. In A. Subianto (Ed.), Prosiding Semiloka Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Rangka Ekonomi Biru (pp. 115–123). Banyuwangi: HAPPI Pusat.

Anonim. (2015a). Profil bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Jakarta: Bank Indonesia dan LPPI.

Anonim. (2015b). Tumbuh bersama masyarakat. Jakarta: PT Donggi Senoro.

Bappenas. (2016). Kajian strategi industrialisasi perikanan untuk mendukung pembangunan ekonomi wilayah. (BAPPENAS, Ed.). Jakarta.

Cristianawati. (2017). Tradisi masyarakat nelayan Rawa Pening Kelurahan Bejalen Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Sabda, 12(2), 155–160.

Darmadi, N. M., Ayu, N. M. S., & Semara, D. G. E. (2016). Ipteks bagi masyarakat nelayan di kelurahan serangan. In Semiinar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (pp. 458–465). Denpasar: UNMAS Denpasar.

DPR RI. (2014). Naskah Akademik dan RUU tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi daya Ikan, dan Petambak Garam, 2013.

Farid, M., Wulanditya, P., & Puspitaningrum, T. D. K. (2016). Diversifikasi produk olahan kupang sebagai rintisan usaha ibu PKK Desa Bluru Kidul Sidoarjo. In G. Rudiyanto, K. Hutama, D. Asmarandani, S. K. L. Nilotama, S. Sumartono, T. Sekaryati, & A. U. Nugroho (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (pp. 12–20). Jakarta Barat: Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan Universitas Trisakti.

Firdaus, M., Indriana, L. F., Dwiono, S. A. P., & Munandar, H. (2017). Konsep dan proses alih teknologi budidaya terpadu teripang pasir, bandeng dan rumput laut. In S. Y. Nasution, F. Ferianto, S. Maludin, & P. Yantyo (Eds.), Seminar Nasional Technopreneurship dan Alih Teknologi 2016 (Vol. 2, pp. 51–63). Bogor: Pusat Inovasi-LIPI.

Hamzah, A. (2015). Pemberdayaan ekonomi nelayan oleh PT. Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa di Desa Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang. UIN Syarif Hidayatullah.

Hapsati, Y. T., & Fuad, A. D. (2017). Manajemen rantai pasokan pada masyarakat nelayan tradisional (Studi kasus pada nelayan Puger Jember). Gulawentah:Jurnal Studi Sosial, 2(2), 67–78.

Hindradjit, H., Rianto, B., & Arieffiani, D. (2017). Industrialisasi pengolahan ikan tangkap skala rumah tangga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir di Pantai Prigi, Trenggalek. In Seminar Nasional Kelautan XII (pp. 1–12). Surabaya: Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah.

Huseini, M. (2007). Masalah dan kebijakan peningkatan produk perikanan untuk pemenuhan gizi masyarakat. In D. P2HP-DKP (Ed.), Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia (pp. 1–8). Jakarta: Ditjen P2HP-DKP.

Ibad, S. (2017). Kearifan lokal pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dan pembangunan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan (Studi Kabupaten Situbondo). Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 8(1), 24–31.

Imaniar, D. (2017). Pemberdayaan masyarakat pesisir (Perempuan nelayan) melalui pemanfaatan pengolahan limbah laut dan cangkang kerang. Jurnal Humaniora, 14(2), 62–66.

Ishak, E., & Siang, R. D. (2013). Penguatan kapasitas kelompok nelayan wirausaha mandiri melalui transfer teknologi tepat guna. Manajemen IKM, 10(1), 9–16.

Izzaturrahim, Z., Waluti, R., Rahayuwati, R., & Darmadji, B. N. I. (2015). Peran perempuan dalam pengadaan modal produktif untuk usaha perikanan di kampung nelayan, Tambak Lorok, Semarang. Semarang.

JICA. (2011). Perbaikan mekanisme distribusi studi melalui (Peningkatan penanganan pasca pengembangan pasar ikan panen dan fasilitas pemasaran) di Indonesia. Jakarta.

Karsidi, R. (2002). Pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan kecil. In Semiloka Pemberdayaan Masyarakat di Jawa Tengah dalam rangka Pelaksanan Otoda, Badan Pemberdayaan Masyarakat Jateng (pp. 1–11).

Khodijah, K., & Raza’i, T. S. (2014). Penguatan ekonomi kreatif berbasis sumberdaya desa di Kelurahan Alai Kecamatan Ungar Kabupaten Karimun. Tanjungpinang.

KIARA. (2015). Perempuan nelayan berhak mendapatkan perlindungan dan pemberdayaan dari negara. Jakarta.

Kresnarini, H. I. (2011). Rumput laut dan produk turunannya. Warta Ekspor, 1–20.

Laksamana, H., Ro’is, F., Syahputra, D., Firdausiyah, A. S., & Reswita, R. (2017). Pemberdayaan ibu rumah tangga nelayan melalui pelatihan diversifikasi produk perikanan dan kelembagaan di Kelurahan Malabero Kota Bengkulu. Jurnal Dharma Raflesia, 15(2), 89–94.

LPPM-UNEJ. (2017). Pengembangan industri kreatif berbasis sumberdaya hayati laut pada komunitas sentra industri kecil di wilayah pesisir pantai. Jember. https://doi.org/10.1016/S0022-3182(80)80003-3

Masyhuri, M. (2013). Ekonomi syariah dalam etika pemerataan resiko. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan, 21(2), 125–136.

Mutiara, T. K., Wibowotomo, B., Issutarti, I., & Wahyuni, W. (2018). Diversifikasi pengolahan produk perikanan bagi kelompok nelayan di Kabupaten Trenggalek. Jurnal KARINOV, 1(1), 1–12.

Nahruddin, Z. (2014). Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hasil perikanan di Kelurahan Sumpang Binangae Kabupaten Barru. Ototritas Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(1), 92–100.

Novianti, N. A. (2017). Usaha berbasis rumah tangga nelayan pada permukiman Suku Bajo di Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Universitas Negeri Makassar.

Nurfadilah, T. (2016). Peranan masyarakat nelayan terhadap peningkatan ekonomi di Desa Kenje Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. UIN Alauddin Makassar.

Nurholis, A. (2016). Partisipasi istri nelayan dalam pemanfaatan sumberdaya pesisir (Studi tentang strategi pengentasan kemiskinan keluarga nelayan Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur). Universitas Lampung.

Nurwidodo, N., Rahardjanto, A., Husamah, H., & Mas’odi, M. (2017). Pendampingan pembuatan aneka olahan rumput laut sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat Kepulauan Sapeken Sumenep. In SENASPRO 2 (pp. 700–714). Malang: DPPM UMM dan UMM Press.

Nurwidodo, N., Rahardjanto, A., Husamah, H., Mas’odi, M., & Mufrihah, A. (2017). Potentions, obstacels, and strategy in collaboration based developing seaweed cultivation at Sapeken Islands, Sumenep Regency. PROSIDING SEMINAR NASIONAL III TAHUN 2017, 350–360.

Prakoso, J. (2013). Peranan tenaga kerja, modal, dan teknologi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat nelayan di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Universitas Negeri Semarang. Retrieved from http://lib.unnes.ac.id/20041/1/7450406043.pdf

Rachmaningtyas, R. M. (2015). Pemberdayaan perempuan nelayan dalam menunjang pendapatan keluarga (Studi pada Kelompok Wanita Tani Aneka Bahari Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek). Universitas Muhammadiyah Malang.

Rahmatullah, R. (2016). Perilaku sosial keagamaan masyarakat nelayan di Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene. UIN Alauddin Makassar.

Rosni, R. (2017). Analisis tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan di Desa Dhari Kecamatan Talawi Kabupaten Butabara. Jurnal Geografi, 9(1), 53–66.

Rosyid, M. I. (2013). Ekonomi kreatif dalam strategi nafkah masyarakat nelayan. Institut Pertanian Bogor.

Setiawati, C. I., & Ilma, Z. (2017). Ecopreneurship pada industri perikanan: Bagaimanakah manifestasi eco-innovation pada fish ‘n blues enterprise? Jurnal Manajemen Maranatha, 17(1), 61–70.

Surjanti, J., & Nuswantara, D. A. (2016). Pemberdayaan sociopreneurship masyarakat nelayan (Studi pada UKM “Crispy Ikan Sunduk” Kabupaten Lamongan). In I. W. Susila, S. Suroto, & T. Tukiran (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Surabaya: FMIPA dan LPPM UNESA Surabaya.

Sutrisno, E. (2012). Implementasi pengelolaan sumber daya pesisir berbasis pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu untuk kesejahteraan nelayan (Studi di perdesaan nelayan Cangkol Kelurahan Lemahwungkuk Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon). Jurnal Dinamika Hukum, 14(1), 1–12.

Triadiyatma, A. (2016). Model penyelesaian konflik nelayan berbasis kearifan lokal sebagai modal sosial di Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Universitas Airlangga Surabaya.

Wardhani, R. M., Rekyani, I. P., & Indayati, I. (2010). Peningkatan pendapatan masyarakat melalui diversivikasi produk olahan ikan (Abon tuna, dendeng lemuru, krupuk rambak tuna). Agritek, 11(2), 54–64.

Wirakusuma, R. M. (2014). Analisis kegiatan ekonomi kreatif di kawasan wisata bahari Pulau Tidung Kepulauan Seribu. Jurnal Manajemen Resort & Leisure, 11(1), 49–58.

Downloads

Published

2018-08-19

Issue

Section

Articles