PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN IPA MODEL HANNAFIN DAN PECK UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SAWAN

Ni Luh Putu Megawati ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd ., I Kadek Suartama, S.Pd. .

Abstract


Permasalahan di SMP Negeri 1 Sawan yaitu belum tercapainya tujuan pembelajaran IPA yang maksimal sehingga nilai akhir siswa cenderung rendah. Nilai rata-rata siswa kelas VII adalah 65, yang tentunya masih berada dibawah KKM yang ditentukan, yaitu 80. Bahkan 70% siswa kelas VII masih ada yang mendapatkan nilai dibawah 60. Sehingga dilakukan penelitian produk pengembangan video pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun media video pembelajaran; (2) mengetahui validitas hasil pengembangan media video pembelajaran menurut review ahli dan uji coba oleh siswa serta (3) mengetahui efektivitas penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D), model yang digunakan adalah Hannafin dan Peck. Model ini terdapat tiga tahapan yaitu, analisis kebutuhan, desain, dan pengembangan dan implementasi. Validasi dilakukan oleh 1 ahli isi mata pelajaran, 1 ahli desain, dan 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa uji perorangan, 12 siswa uji kelompok kecil, dan 30 siswa uji lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 30 siswa menggunakan pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial uji- t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi hasil rancang bangun pengembangan video pembelajaran (2) Hasil validasi media yang dilakukan oleh: a) ahli isi mata pelajaran skor 93,8% dan berada pada kualifikasi sangat baik; b) ahli desain pembelajaran skor 90% berada pada kualifikasi sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88,9% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan skor 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil skor 95,8% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji lapangan skor 88,6% berada pada kualifikasi baik. (3) efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran menunjukkan t hitung lebih besar daripada t tabel (to>t tabel) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar siswa setelah menggunakan media (90,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sawan ini terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran.
Kata Kunci : media video pembelajaran, IPA, dan hasil belajar

The problem which is found at SMP Negeri 1 Sawan that have not achieved the goal so that maximum learning science students tend to lower final value. The average value of seventh grade students is 65, which would still be below the specified KKM, which is 80. In fact, 70% of seventh grade students there are getting values under 60. So do the product research development science teaching video. This study aims to: (1) describe result the design instructional video media; (2) determine the validity of the results of the development of instructional video media according to expert review and testing by the students and (3) determine the effectiveness of the use of video media science learning to the learning outcomes of students of class VII. This study is a research & development (R & D), the model used is Hannafin and Peck. This model there are three stages, namely, requirements analysis, design, and development and implementation. Validation is done by one expert course content, one expert design, and one instructional media expert, 3 students individual test, test a small group of 12 students, and 30 students of the field test. The effectiveness of the instructional video performed by 30 students using pre-test and post-test. Data were collected by questionnaire and tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistics uji- t. Results of this research is the development of (1) a description of the design development of instructional video (2) Results of the validation performed by the media: a) the content expert scores 93.8% of subjects were on excellent qualifications; b) instructional design experts score of 90% is at a very good qualification; c) 88.9% of instructional media experts are at a good qualification. The results of individual test score of 93.3% in the excellent qualifications, small groups of test results scores 95.8% in the excellent qualifications, the results of the field test score of 88.6% is at a good qualification. (3) the effectiveness of the development of instructional videos showing t is greater than t table (to> t table) so that H0 rejected and H1 accepted. Student learning outcomes after using the media (90.67) is higher than before using the media (55.67). Thus, research conducted in SMP Negeri 1 Sawan there are significant differences in student learning outcomes before and after using the media instructional video.
keyword : video as a learning media, science, and learning outcomes

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jeu.v3i1.5612

Article Metrics

Abstract view : 211 times
PDF file view : 362 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :

                 

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Berasosiasi dengan:

 

ASOSIASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN INDONESIA


Creative Commons License

Jurnal EDUTECH Undiksha is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal EDUTECH Undiksha  indexed by: