PKM ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPN 191, JAKARTA

Authors

  • Ratnawati Susanto Universitas Esa Unggul
  • Harlinda Syofyan Universitas Esa Unggul
  • Karina Dwiyanti Universitas Esa Unggul
  • Cut Alfina Umri Universitas Esa Unggul

DOI:

https://doi.org/10.23887/ijcsl.v3i3.19971

Abstract

SMPN 191 merupakan sekolah Inklusi di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Ka. Dinas Provinsi DKI Jakarta No. 986/2012 tanggal 10 Mei 2012 yang bermisikan menyelenggarakan Education for all. Namun dalam penyelenggaraannya memiliki pemasalahan kompleks dalam pendampingan siswa reguler (95%) dan ABK (5%). Permasalahan perilaku belajar dan ketidaktuntasan penanganan, perbedaan cara penanganan perilaku orang tua dalam mendidik, penurunan prestasi belajar, kemandirian, kesehatan, sosial emosional ABK, spiritualitas guru yang tidak stabil dalam pendampingan ABK, kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam penanganan ABK, keterbatasan sarana prasana penunjang ABK.  Solusi kepada mitra adalah dengan penguatan kapasitas internal sekolah – guru, siswa.  Penguatan kapasitas dilakukan berbasis kepada hasil penelitian Penerapan Proses Penerapan Keterampilan Manajemen Kelas Dengan Senam otak yang memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Belajar dan Hasil Belajar (Ratnawati Susanto, 2017). Metode pelaksanaan dilakukan dengan (1) Kegiatan orientasi guru tentang pendidikan untuk semua, hakekat anak dan ABK dan (2) pelatihan senam otak  (3) Evaluasi kegiatan dan komitmen.  Kesimpulannya para guru memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan senam otak serta komitmen menyelenggarakan pendidikan untuk semua anak tanpa perbedaan anak reguler ataupun ABK. Saran para guru di SMPN 191 perlu melakukan diseminasi pengetahuan, keterampilan senam otak sebagai sebagai sekolah inklusi agar mentransformasi sikap penyelenggaraan pendidikan untuk semua.

References

F. Olyvia, “Satu Juta Anak Berkebutuhan Khusus Tak Bisa Sekolah,” CNN Indonesia.com, Bandung, 29-Aug-2017.

D. Rahmat, T. Yang, and M. Esa, “Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki POtensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa.” Menteri Pendidikan Nasional RI, Jakarta, 2009.

Omeri, Nopan. 2015. Pentingnya Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan . Manajer Pendidikan, Volume 9, Nomor 3, Juli 2015, hlm. 464-468

Kirom, Askhabul. 2017. Peran Guru Dan Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran Berbasis Multikultural . Jurnal Pendidikan Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan P-ISSN (Cetak) : 2477-8338

P. JC., “Sekolah Inklusi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus.,” Pros. Ilmu Pendidik., vol. 1, no. 2, p. 7725, 2018.

T. A. Purba and M. Th, “70 persen Anak Berkebutuhan Khusus Tidak Dapat Pendidikan Layak,” Bisnis.com, Indonesia, pp. 2–4, 26-Mar-2019.

M. Hafil, “Sekolah Tak Noleh Tolak Siswa Berkebutuhan Khusus,” Republika, Jakarta, p. 5, 05-Mar-2015.

E. P. Denision, Brain Gym (Senam Otak). Jakarta: Grasindo, 2009.

H. C, Smart Movies: Why Learning Is Not All in Your Head. New Jersey: Great River Books, 2008.

R. Susanto, “Senam Otak dan Pengaruhnya terhadap Kesiapan Belajar dan Hasil Belajar Mata Kuliah Metode Penelitian Mahasiswa PGSD, FKIP Universitas Esa Unggul.,” Pros. Semin. Nas. Multi Disiplin Ilmu, vol. 3, no. 1, pp. 821–829, 2017.

S. N. Rochman, “PENGARUH LATIHAN SENAM OTAK ( BRAIN GYM ) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN ANAK TUNA GRAHITA RINGAN,” 2015.

Downloads

Issue

Section

Articles