Analisis Implementasi Pembelajaran di Sekolah Dasar pada Pengembangan Model Advance Organizer berbasis Pendekatan Open Ended untuk Meningkatkan Penalaran Siswa

Joko Sulianto, Sunardi Sunardi, Sri Anitah, Gunarhadi Gunarhadi

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendekripsikan pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar. Fokus penelitian adalah implementasi pembelajaran kurikulum 2013, mengimplementasikan model pembelajaran yang diperkenalkan pada kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan yang difokuskan pada tahap studi pendahuluan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kota semarang dengan melibatkan 45 responden dari satuan pendidikan dasar. Data diperoleh dengan membagikan angket kepada responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclusion, drawing/verification. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan pendidikan dasar telah mengimplementasikan pembelajaran  pada kurikulum 2013, meskipun masih perlu ditingkatkan kualitasnya. Pemahaman guru-guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang diperkenalkan dalam kurikulum 2013 juga baik, pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan berpusat pada peserta didik, (2) Implementasi K13 berjalan dengan baik, meskipun pada awalnya guru harus menyesuaikan dengan perubahan pola mengajar dan perangkat pembelajaran, dengan adanya diklat dan pelatihan-pelatihan sangat membantu, (3) Model yang diperkenalkan pada kurikulum 2013 telah membantu dalam peningkatan kemampuan bernalar siswa, akan tetapi perlu ditingkatkan kualitas pembelajarannya, (4) pembelajaran harus berpusat pada siswa, guru sebagai fasilitator, bahwa pembelajaran harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari tahu penyelesaian sebuah persoalan atau berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, (5) model pembelajaran yang mudah diimplementasikan, model yang memberikan kesempatan kepada siswa mengemukakan ide atau gagasan, dan memfasilitasi siswa berikir kritis, model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bernalar, aktif dalam pembelajaran menyampaikan ide dan argumentasi atau memberikan alasan-alasan.


Full Text:

PDF

References


Baig, S & Halai, A. (2006). Learning Mathematical Rules With Reasoning. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 2(2), 15-33.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 SD Kelas I. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan. (2015). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 SD Kelas VI. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Brodie, K. (2010). Teaching Mathematical Reasoning in Secondary School Classrooms. London: Springer.

Fisher, A. (2009). Berpikir Kritis Sebuah Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Borg, W., R., Gall, M., D. 1983. Educational Research An Introduction Fourth Edition. New York: Longman.

Gall, M. D., Gall, J. P. & Borg, W. (2007). Educational Research an Introduction. Eighth edition. New York: Pearson.

Kemendikbud. (2014). Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 103 tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemendikbud. (2016). Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 22 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kusumawardani, D. R. Wardono, & Kartono. (2018). Pentingnya Penalaran Matematika dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika. Prisma 1(2018), Proceding. Prisma 1,Seminar Nasional Matematika: Unnes.

Namira, Z. B., Kusumo, E., & Prasetya, A. T. (2014). Keefektifan strategi metakognitif berbantu advance organizer untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia. 8(1), 1271-1280.

Pamungkas, T., Alamsyah, & Turmudi. (2016). Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif serta Self-Esteem Matematis Siswa melalui Model Advance Organizer. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 119-128.

Parjayanti, A. D., & Wardono. (2013). studi komparasi model pembelajaran antara inkuiri dan advance organizer untuk penalaran matematis. Jurnal Kreano, 4(1), 64-72.

Putra, F. G., dkk. (2018). The Implementation of Advance Organizer Model on Mathematical Communication Skills in terms of Learning Motivation. Tadris: Journal of Education and Teaching Training, 3(1), 41-46.

Rahayu, S., Widodo, A. W., & Supartono. (2010). Pengembangan Model Pembelajaran Advance Organizer Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 4(1), 497-505.

Schunk, D. H. (2012). Learning Theories an Educational Perspective. Boston: Pearson.

Setyosari, P. (2012). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Shabania, N., Mardiati, Y., Sofyan, A. (2015). Pengaruh Pembelajaran Model Advance Organizer Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Pada Konsep Protista. Jurnal Edusains, 7(1), 70-76.

Shadiq, F. (2004). Penalaran, Pemecahan Masalah dan Komunikasi dalam pembelajaran matematika. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Pusat Pengembangan Penataran guru (PPPG) Matematika.

Shimada, S. (2005). The Open Ended Approach: A New Proposal For Teaching Mathematics. Virginia: National Council of Teacher of Mathematics.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Suharnan. (2005). Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi.

Sukmadinata, N. S. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suwandi, S., dkk (2016). Pedoman Tesis dan Disertasi Pascasarjana Kependidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Surakarta: UNS Press




DOI: http://dx.doi.org/10.23887/ijee.v3i4.21312

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





IJEE indexed by:


 Crossref

 

Creative Commons License

IJEE is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.