PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAK BOLA DENGAN KONSEP QUANTUM LEARNING

Rudi Kurniawan, A.A. Gede Agung, I Made Tegeh

Abstract


Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar PJOK siswa.
Hal ini diduga karena kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang relevan dalam
pembelajaran PJOK oleh guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1)
mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran teknik dasar sepak bola (2)
mendeskripsikan validitas produk video pembelajaran teknik dasar sepak bola (3)
mengetahui efektivitas media video pembelajaran teknik dasar sepak bola dalam mata
pelajaran PJOK. Model pengembangan yang digunakan adalah Hannafin & Peck, dan
video pembelajaran ini menggunakan konsep Quantum Learning. Pengumpulan data
dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuisioner, dan tes.
Data yang didapatkan dari pencatatan dokumen dianalisis secara deskriptif kualitatif, data
dari metode kuisioner dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif,
sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil
penelitian adalah sebagai berikut. (1) rancang bangun video pembelajaran teknik dasar
sepak bola dengan model Hannafin & Peck meliputi tiga tahapan yaitu, analisis kebutuhan,
desain, pengembangan dan implementasi. (2) video Pembelajaran teknik dasar sepak bola
yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan
video pembelajaran berpredikat sangat baik (92.73%), (b) hasil review ahli media
pembelajaran menunjukkan produk berpredikat baik (88.00%), (c) hasil review ahli desain
pembelajaran menunjukkan video pembelajaran berpredikat sangat baik (93.33%), (d)
hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan
video pembelajaran berpredikat sangat baik (90,00%), (91,94%) dan (92,05%). (3)
efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan
efektif meningkatkan hasil belajar PJOK (thitung = 14,628 > ttabel = 1,990 pada taraf
signifikansi 5%). Dengan demikian, harga thitung lebih besar dari pada harga ttabel,
sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan hasil
belajar siswa sebelum menggunakan video pembelajaran dan sesudah menggunakan
video.
Kata kunci: pengembangan, video pembelajaran, quantum learning


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jeu.v5i2.20374

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini diterbitkan oleh :



Universitas Pendidikan Ganesha


Creative Commons License

Jurnal EDUTECH Undiksha is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal EDUTECH Undiksha  indexed by:

 Crossref